Minggu, 30 Mei 2010

Hasil Tugu Muda Cup 2010

Tim Taekwondo Dragon Solo berhasil meraih 5 emas , 7 Perak dan 10 Perunggu di Klas Kyorugi dan 1 Perunggu di Kelas Poomse Beregu, serta JUARA UMUM II pada Tugu Muda Cup 2010 yang berlangsung dari tanggal 28 - 29 Mei 2010 di Semarang. Hasil tersebut di luar prediksi yang ditargetkan Pengurus Kota Surakarta mengingat Taekwondoin yang diturunkan pada Kejuaraan ini masih 'pemula' akan tetapi mampu bersaing dengan daerah lainnya dan mampu memberikan Prestasi yang 'luar biasa'.
Pengurus TI Kota Surakarta memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya terhadap Pelatih, Official serta serta semua pihak yang telah mendukung Tim TI Dragon Solo dan tak lupa Taekwondoin yang telah berjuang secara maksimal dalam mencapai prestasi tersebut, sebagai wujud apresiasi serta keperdulian terhadap perjuangan TIm TI Dragon Solo maka Pengurus TI Kota Surakarta berniat akan memberikan sedikit  'tali asih' terhadap Taekwondoin yang berjuang dan berprestasi di Tugu Muda Cup 2010 beserta Officialnya yang nantinya akan diserahkan sendiri oleh Ketua Pengurus TI Kota Surakarta yakni Pungki Kusuma Wardana SE.
Sekali lagi selamat dan Sukses untuk semua Taekwondoin Solo, tetap kompak dan semangat untuk mengharumkan Kota Surakarta dan Taekwondo Indonesia.

Rabu, 26 Mei 2010

Tugu Muda Cup 2010

Taekwondo Indonesia Kota Surakarta mengirimkan 70 Atlit dan didampingi 5 Official untuk berlaga di Tugu Muda Cup Tanggal 28 - 30 Mei 2010, Kontingen Ti Solo terbagi menjadi 3 Tim yakni Dragon Solo A, Dragon Solo B serta Dragon Solo C, dimana akan mengikuti semua klas yang dipertandingkan untuk klas Kyorugi / Laga dan Poomse / Seni. Kontingen di berangkatkan menggunakan kereta api dari Stasiun Purwosari pada tanggal 27 Mei 2010, hari Kamis jam 8.00 Wib yang dikomandani oleh Ketua Kontingen Sabeum Ali Sholikhin Spd.
Pada Event Tugu Muda Cup ini, Kota Surakarta menerjunkan Atlit lapis Keduanya dengan harapan untuk menambah "jam terbang" sehingga diharapkan nantinya bisa diproyeksikan untuk mengganti Tim Inti Kota Solo. Tim Lapis Kedua yang diberangkat ini merupakan hasil seleksi dari beberapa Dojang yang ada di Kota Solo dan di TC secara intensive selama 1 bulan.
Selamat bertanding Taekwondoin Solo, Junjung Tinggi Sportivitas, Raih Prestasi Tertinggi, Bawa KEJAYAAN Kota SOLO Tercinta.

Jumat, 21 Mei 2010

Popda SMA/SMK 2010

Tim Kontingen Taekwondo Popda SMA/SMK Surakarta berhasil menorehkan Prestasi pada Popda Jawa Tengah 2010 yang diselengarakan di Semarang tanggal 17 - 19 Mei 2010 dengan meraih 4 Emas, 1 Perak , 1 Perunggu. Berikut Taewkondoin Kota Surakarta yang berhasil meraih prestasi tersebut.

Medali Emas - Kelas Kyorugi / Tanding
  1. Nabella Jonez dari SMAN8 klas under 59 Kg
  2. Zandra Dwanita dari SMAN 4 klas Under 55 Kg
  3. Achmad Samudro dari SMAN 2 klas under 59 Kg
  4. Tristina Devi dari SMAN 7 klas under 44 Kg

Medali Perak - Kelas Kyorugi / Tanding
  1. Dody Putut dari SMA Barik 2 klas Under 51 Kg

Medali Perunggu - Kelas Poomse / Seni
  1. Talitha Endrea dari SMAN 4

Selamat untuk Kalian semua, Teruslah berlatih dengan Tekun dan berikan Kebanggaan untuk Taekwondo dan Kota Surakarta.

Minggu, 09 Mei 2010

UKT Periode 1 2010

Diberitahukan kepada seluruh Taekwondoin Kota Surakarta yang akan mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, untuk persyaratan Administratif segera dilengkapi dengan  komplet dan  secepatnya diserahkan ke Sabeumnya masing masing, Panitia Ujian Kenaikan Tingkat paling lambat menerima berkas ujian hari Rabu tgl 12 Mei 2010, setelah waktu tersebut Panitia TIDAK AKAN MENERIMA data susulan lagi, Pengumpulan data diserahkan secara kolektif dari Sabeumnya masing-masing sekaligus soft copynya yang disimpan dalam format EXCEL ke Sabeum Munif atau Sabeum Ikun atau bisa melalui Email taekwondosolo@yahoo.co.id. Ujian Kenaikan Tingkat akan dilaksanakan di Gedung Bhineka Hall B Surakarta pada hari Minggu tanggal 16 Mei 2010 jam 8.00 wib sampai selesai.

Sabtu, 08 Mei 2010

Sekilas tentang Master Alex Harijanto

Berbicara mengenai Taekwondo Jawa tengah tidak terlepas dari sosok Master Alex Harijanto. Loyalitas, Dedikasi, pengabdian bahkan seluruh hidupnya dipersembahkan untuk kemajuan taekwondo jateng bahkan taekwondo indonesia.

Dalam sejarah prestasi taekwondo indonesia di tingkat internasional, master alex harijanto belum tersaingi oleh pelatih nasional maupun pelatih asing dalam menangani tin nasional indonesia. seperrti pada olimpiade barcelona tahun 1992, atlet atlet indonesia meraih 3 perak, 1 medali perunggu dari 5 atlet yang diberangkatkan. atas prestasi dan dedikasi yang disumbangkan untuk indonesia, master alex harijanto pernah mendapat penghargaan berupa Bintang Tanda Jasa dari presiden Soeharto pada waktu itu.

Dengan sederet pengalaman dan prestasi segemilang itu, master Alex tetap dengan karakternya yang low profile dan dekat dengan atlet dan semua kalangan. sikap bersahaja dan peduli yang dimiliki master patut dijadikan tauladan untuk taekwondoin jateng khususnya dan indonesia umumnya.

Berikut wawancara dengan Master Alex Harijanto:
Kapan dan dimana master mulai berlatih taekwondo 
Saya mulai berlatih taekwondo tahun 1978 di semarang, di bawah asuhan sabum nim Leo Nam Khiong (grand Master Dan VIII/ wakil ketua PBTI saat ini) dan sabum nim Fadimin, pada tahun 1978 saya dilatih oleh sabum nim Anton Kamajaya ( Grand Master DAN VII Kukkiwon/ Internasional) dan di bawah bimbingannya saya dapat berprestasi.

Ketika pertama kali master menjadi pelatih, siapa yang menjadi murid pertama dan berapa jumlahnya?
Murid pertama saya berjumlah 5 orang kakak beradik yang saya sebut pandawa lima yaitu:
Boe Yin Tjong, Boe Yien Hien, Boe Yin On, Boe yin Djong, dan Boe Yin San

Hingga saat ini apakah diantara murid murid pertama master masih ada yang aktif membina taekwondo? kalau ada siapa saja? 
Saat ini sudah tidak aktif, namun mereka masih konsen memperhatikan perkembangan taekwondo jawa tengah.

Visi dan motivasi Pengurus Pengprov sekarang adalah "Taekowndo Jateng Menuju Prestasi Dunia". menurut Master, visi dan motivasi tersebut diatas realistis dan bisa tercapai? alasannya? 
Sangat realistis karena pengurus saat ini di bawah kepemimpina pak chandra sangat pro aktif dan sangat kompak. berdasarkan sejarah prestasi taekwondo indonesia, kita pernah mencapai puncak pada olimpiade barcelona tahun 1992 dengan perolehan 3 perak dan 1 perunggu. ini bukan soal realistis atau tidak tapi sangat mungkin terjadi karena PBTI juga berambisi untuk mencetak juara juara olimpiade di masa mendatang. dilihat dari potensi atlet jateng kita punya peluang untuk mencetak atlet olimpiade.

bagaiman keterlibatan Master dalam hal ini? 
Dengan pengalaman selama ini apalagi didukung dan dibimbing oleh mantan pelatih saya ( Grand Master Lioe Nam Khiong) yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua PBTI yang secara tidak langsung masih aktif membina dan memperhatikan atlet-atlet jawa tengah, saya akan terlibat langsung untuk membina pelatih dan atlet atlet di jawa tengah.

Apa langkah dan strategi yang harus dilakukan oleh pengprov TI Jateng dalam usaha mencapai target tersebut?
 -mengadakan kejuaraan kejuaraan secara rutin dan berjenjang, yakni pra yunior, yunior, dan senior. untuk pembibitan banyak di fokuskan pada kejuaraan-kejuaraan tingkat yunior.
-mengikuti try out atau latihan ke luar negeri secara rutin terutama mengikuti kejuaraan kejuaraan dunia yang bersifat open tournament ( dengan IJin PBTI)

Master adalah idola dan ikon taekwondo dan setiap idola pasti ada idola, siapa yang menjadi idola master? 
Ya benar, saya mempunyai idola sekaligus saya anggap sebagai tokoh panutan saya sampai saat ini, yaitu beliau Alm. Letjen (Purn.TNI) Sarwo Edi dan Mahatma Ghandi.
Bagi saya Alm. Letjen (Purn. TNI) Sarwo Edi sangat berjasa untuk mempersatukan taekwondo, beliau juga adalah pemimpin yang memiliki kepribadian yang lurus dan jujur, kebapakan dan low profile. saya mengidolakan Mahatma Ghandi karena beliau adalah sosok yang sangat sederhana dan menjunjung tinggi perdamaian dunia.

Pesan untuk taekwondo jateng?
jaga terus kekompakan yang sudah terbina

Rabu, 05 Mei 2010

Filosofi Sabuk pada Tae Kwon Do

Setiap tingkatan / Geup di Taekwondo berdasarkan Sabuk, dimana Sabuk di dalam Taewkondo memiliki filosofi sendiri untuk warna yang ada pada Sabuk tersebut, berikut arti dari masing - masing Sabuk yang ada di Taekwondo
  • Putih melambangkan kesucian,awal/dasar dari semua warna,permulaan.
  • Kuning melambangkan bumi,disinilah muali ditanamkan dasar-dasar TKD dengan kuat.
  • Hijau melambangkan hijaunya pepohonan,pada saat inilah dasar TKD mulai ditumbuhkembangkan.
  • Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari.
  • Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita.
  • Hitam melambangkan akhir,kedalaman,kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan.
Perubahan warna sabuk,harus memperlihatkan perubahan menyeluruh sikap hidup kita.

Poomse Tae Geuk

Poomse merupakan intisari gerakan dasar Tae Kwon Do. Poomse terdiri atas 2 kata yaitu Poom dan Se yang berarti rangkain bentuk gerakan. Poomse merupakan pelajaran pokok dalam Tae Kwon Do yang dibagi menjadi dua yaitu :
  1. Poomse yang belum mencapai tingkatan sabuk hitam yaitu Tae Geuk 1 sampai dengan Tae Guk 8.
  2. Poomse untuk tingkatan sabuk hitam yaitu Kor Yo (Dan 1), Keum Gang (Dan 2), Tae Back (Dan 3), Pyon Won (Dan 4), Ship Jin (Dan 4, Dan 5), Ji Tae (Dan 5, Dan 6), Chun Kwon (Dan 6), Han Soo (Dan 7), IL Yeo (Dan 8).
Dalam mempelajari Tae Geuk harus mengikuti dan mengetahui diagram dan arah gerakannya yang berasal dari simbol-simbol filosofi timur yang disebut Pal Gwe (diagram segi delapan / Pat Kwa / Octagon).

Poomse Tae Geuk adalah poomse dasar dalam Tae Kwon Do. Tae berarti keagungan dan Geuk berarti keabadian, dengan demikian dapat disimpulkan tae geuk tidak berbentuk, tanpa permulaan dan akhir, segala sesuatu berawal dari keagungan dan keabadian. Tae Geuk mengikuti hokum alam ang disebut dengan Teori Ying Yang (Im yang) atau di Korea dikenal dengan nama Um Yang.

Arti pada setiap tingkatan Tae Geuk Poomse adalah sebagai berikut:

  1. Tae Geuk 1 : serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Keon dari Pal Gwe. Melambangkan sesuatu yang besar dan maha agung yang menjadi asal dari segala sesuatu. Keon merupakan permulaan segala sesuatu yang ada di bumi dan menjadi sumber penciptaan serta kekuatan yang berasal dari langit. Langit pula yang memberikan cahaya matahari dan hujan yang membuat segala sesuatu tetap tumbuh dan hidup. Tae Geuk 1 bersifat sederhana namun dilakukan dengan penuh kekuatan dan menampakkan keperkasaan sesuai wataknya.
  2. Tae Geuk 2 : serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Tae dari Pal Gwe. Melambangkan keteguhan hati dan kelemahlembutan. Dalam Tae batin seseorang tetap teguh namun gayanya tampak lemah lembut mengatasi keadaan dengan senyuman dan kebajikan. Tae Geuk 2 ini harus dilakukan dengan lemah lembut namun penuh kekuatan.
  3. Tae Geuk 3 : serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Ri dari Pal Gwe. Melambangkan matahari dan api yang memberikan cahaya, kehangatan dan harapan. Tae Geuk 3 harus dilakukan dengan penuh semangat dan daya yang variatif.
  4. Tae Geuk 4 : serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Jin dari Pal Gwe. Melambangkan guntur dan kilat yang menimbulkan panic dan ketakutan namun langit yang biru dan sinar matahari yang cerah akan muncul kembali. Prinsip ini menyarankan pada kita bahwa dalam menghadapi bahaya dan ketakutan seharusnya kita bersikap tenang dan berani, karena kita yakin bahwa setelah bahaya lewat akan ada masa yang cerah. Tae Geuk 4 ada beberapa gerakan yang sulit dan memerlukan ketenangan serta keseimbangan yang baik saat melaksanakannya.
  5. Tae Geuk 5 : serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Seon dari Pal Gwe. Melambangkan angina yang pembawaan aslinya halus dan menghembus sepoi-sepoi namun dapat menjadi dasyat seperti badai. Melambangakn sifat kerendahan dan kebaikan hati yang harus dilakukan terus menerus seperti angina yang selalu berhembus. Tae Geuk ini terlihat gerakan yang berulang-ulang, monoton namun sesekali menyentak dengan kuat.
  6. Tae Geuk 6 : serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Gam dari Pal Gwe. Melambangkan air yang merupakan elemen paling fleksibel, bentuknya berubah-ubah namun tidak berubah pada hakekatnya. Yang memberikan pengertian bahwa berbagai kesulitan dan penderitaan yang kita alami dapat diatasi jika kita tetap maju dan berbekal rasa percaya diri yang kuat.
  7. Tae Geuk 7 : serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Gan dari Pal Gwe. Melambangkan gunung yang menjadi symbol kestabilan karena dianggap tidak pernah bergerak dan puncaknya mengingatkan kita untuk tahu kapan kita harus bertindak dan kapan saatnya berhenti. Mengajarkan agar kita bertindak tidak gegabah. Tae Geuk 7 ini dilakukan dengan penuh ketenangan, namun tetap terlihat kokoh dan mantap.
  8. Tae Geuk 8 : serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Gon dari Pal Gwe. Melambangkan bumi yang kokoh, kuat dan bertenaga. Bumi merupakan sumber kehidupan dimana segala mahluk hidup dan tumbuh. Bumi dianggap sebagai ciptaan kekuatan dari langit. Tae Geuk 8 merupakan tae geuk terakhir, yang diharapkan dapat memperbaiki dan memperkokoh dasar kita sebelum mencapai tingkatan Dan.